Enam puluh tujuh tahun yang lalu, Soekarno dengan gagah dan
lantangya mengumandangkan proklamasi kemerdekaan Indonesia, yang berarti mulai
detik itu Indonesia telah mempunyai hak untuk menentukan nasib rumah tangganya
sendiri tanpa ada campur tangan dari berbagai pihak.
Hasil yang dicapai Indonesia kala itu tidak lepas dari peran pemuda
untuk turut serta dalam berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan. Mereka sadar
sebagai tulang punggung negara, nasib bangsa ada ditangan mereka. Perjuangan
yang diwarnai dengan pertumpahan darah tidak menggerogoti kebulatan tekad
pemuda untuk berjuang demi ibu pertiwi, bahkan justru menjadi pendobrak
semangat mengusir penjajah yang sudah ratusan tahun menginjak-injak martabat
bangsa Indonesia. Dimulai dari pergerakan pertama di Indonesia yakni Sarekat
Dagang Islam (1905) yang disusul dengan gerakan nasionalis Budi Utomo (1908),
pemuda kala itu seakan tidak pernah lelah untuk melakukan gerilya maupun
perlawanan secara terbuka untuk membebaskan rakyat dari penderitaan.